Jateng jadi daerah pendidikan vokasi

Jateng jadi daerah pendidikan vokasi

Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menetapkan diri menjadi daerah pusat pendidikan Vokasi. Hal ini dilakukan untuk memecahkan masalah pengangguran dan kemiskinan serta meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan.Gubernur Jateng, Ali Mufiz, mengatakan hal itu ketika meneken naskah kerja sama dengan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo dan bupati/walikota dalam mewujudkan Jateng sebagai daerah vokasi, sekaligus digelar rapat konsultasi dan koordinasi pembangunan bidang pendidikan Jateng, di Solo, Sabtu (12/4).

Jawa Tengah, kata Gubernur, menerapkan diri menjadi pusat pendidikan vokasi yang artinya pendidikan diarahkan pada pengusaan keahlian terapan tertentu sehingga mampu mencetak tenaga kerja siap pakai.

Hal ini didasari fakta jumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jateng lebih tinggi dibanding jumlah sekolah menengah ataas (SMA), yakni SMK 947 sekolah dan SMA 864 unit dengan jumlah siswa 420.192 orang untuk SMK dan SMA hanya 371.326 siswa.

Menurut Gubernur, sesuai Rembug Nasional Pendidikan Tahun 2008, kondisi tersebut mendudukkan Jawa Tengah pada urutan kedua setelah DKI Jakarta. Untuk jumlah SMK sekolah bertaraf internasional, secara nasional telah ditetapkan Depdiknas sebanyak 179 sekolah.

Dari jumlah itu, di Jateng terdapat 35 SMK atau 19,6 persen dan paling banyak di seluruh Tanah Air. Jumlah SMK yang memiliki sertifikat SMM (Sistem Manajemen Mutu), ISO 9001-2000, secara nasional tercatat 221 SMK, dan 61 SMK di antaranya berada di Jateng.

Data itu menempatkan Jateng ebagai provinsi yang SMK-nya telah melaksanakan SMM dan memiliki sertifikasi ISO 9001-2000. Untuk SMK yang telah dikembangkan menjadi SMK unggulan dengan fasilitas dan sumber daya manusia yang lengkap untuk menjadi TUK (tempat uji kompetensi), tercatat 38 sekolah.

Kompetensi akademik guru SMK juga cukup menggembirakan, karena dari 25.948 guru SMK yang ada, sebanyak 21.037 guru atau 81.07 persennya sudah menempuh S1 dan S2, sedangkan yang belum S1 hanya 4.911 guru atau 18,93 persen.

Soal sertifikasi guru, Gubernur mengatakan jumlah guru secara keseluruhan 346.520 orang. Sesuai kuota nasional, sampai tahun 2008 Jateng mendapat jatah 59.433 guru dan yang telah mengikuti proses sertifikasi 29.473 guru, sedangkan yang dinyatakan lulus 22.274 guru. Namun, sampai sekarang tunjangan bagi guru yang dinyatakan lulus belum terealisasi.

Sumber: Antara

Tinggalkan Balasan